Rena:
Pagi itu merasa agak kesal, sms dan panggilannya ke ponsel Bobby tidak
mendapat respon. Akhirnya Rena menyerah dan berangkat kuliah. Sibuk
dengan tugas kampus sepanjang pagi membuatnya tidak mengetahui Bobby
membalas smsnya karena handphone Rena selalu silent selama di kampus.
Tugas yang dikerjakan berkelompok akhirnya selesai walaupun harus molor
hampir 2 jam. Sudah pukul 14.30 saat Rena meninggalkan kampus menuju
rumahnya. Serba terburu-buru karena pukul 15.00 harus bekerja part time
di Parc d'Amour Cafe & Resto. Sudah sebulan Rena bekerja part time
disana. Tiba di kafe sedikit terlambat dan tidak sempat makan siang.
Malam minggu begini biasanya kafe sangat ramai hingga malam.
Bobby:
Membolos kuliah karena bangun kesiangan. Sms dan missed call dari Rena
tak cukup untuk membangunkannya. Dan hampir setiap hari hal ini terjadi.
Setelah bangun dia membalas sms Rena tetapi tidak mendapat balasan.
Pukul 13.00 mencoba menghubungi Rena karena jadwal kuliah Rena
seharusnya sudah selesai, tetapi tetap tanpa respon. Mulai menduga Rena
marah. Kembali menghubungi satu jam kemudian, dan hasilnya tetap sama.
Pikirannya mulai gusar, karena sudah sebulan terakhir Rena tak bisa
diajak kencan di akhir pekan. Menghubungi sekali lagi, tetap tanpa
respon. Akhirnya menghubungi Yuni, teman kuliahnya, untuk melewatkan
malam minggu bersama.
Yuni:
Sepulang kuliah hangout di mall bersama teman akrabnya, bertiga mereka
sering disebut trio jojoba. Tiap sabtu mereka selalu menghabiskan waktu
dengan hangout di mall atau nonton. Sedikit terkejut karena Bobby
menelepon untuk mengajak kencan. Dia tidak langsung mengiyakan ajakan
itu. Tetapi dorongan dari dua temannya membuat dia menerima ajakan
Bobby.
Unexpected Meet Up:
Pukul delapan malam, Rena benar-benar hampir pingsan. Bukan karena dia
melewatkan makan siang, tetapi karena kejutan saat mengantar pesanan ke
meja 18. Di meja itu duduk berhadapan Bobby dan Yuni, sedang ngobrol
dengan akrab. Tampaknya Bobby juga sama terkejutnya. Dia langsung
berdiri begitu tahu waitress yang mengantar pesanan mereka adalah Rena.
Sedangkan Yuni hanya bengong tak paham dengan situasi yang sedang
terjadi.
No comments:
Post a Comment