Pada suatu masa, hiduplah seorang yang sangat rajin dan taat beribadah.
Dia hidup dengan suatu kepercayaan bahwa Tuhan pasti akan selalu ada
untuk menolongnya. Orang-orang di sekitar tempat tinggalnya menyebut dia
'orang beriman'.
Suatu ketika datanglah hujan deras melanda desa orang tersebut. Hujan
sangat deras hingga menyebabkan sungai meluap. Banjir tak dapat dicegah,
desa tersebut tersapu oleh banjir. Penduduk desa panik, sebagian
berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, sebagian hanyut
terbawa banjir.
Si orang beriman termasuk dalam kelompok yang terlambat menyelamatkan
diri. Dia hanyut terbawa arus. Akan tetapi dia tetap yakin bahwa Tuhan
akan datang untuk menyelamatkannya. Dia terus berusaha untuk tidak
tenggelam.
Lalu dilihatnya seorang anak kecil di atas batu besar. Anak itu membawa
sebuah ranting panjang. Anak itu menjulurkan ranting itu ke arahnya
sambil berteriak: "Pegang ranting ini pak! Aku akan menarikmu". Si orang
beriman melihat ranting itu terlalu kecil, lagipula anak sekecil itu
tak akan mampu menarikku. Dia mengabaikan uluran ranting anak kecil itu.
Kembali terbawa arus, dia tetap yakin bahwa Tuhan akan datang untuk
menyelamatkannya.
Si orang beriman mulai lelah melawan arus. Lalu dia mendengar teriakan
seorang wanita: "Pegang ini! Aku akan menarikmu". Dia melihat seorang
wanita di sebuah sampan kecil sedang mengulurkan dayung ke arahnya. Dia
melihat sampan kecil yang dinaiki oleh wanita itu. "Sampan sekecil itu
akan langsung terbalik ketika dia menarikku", pikir si orang beriman.
Dia pun mengabaikan wanita di atas sampan itu dan terus terbawa arus.
Dia masih tetap yakin bahwa Tuhan akan datang menyelamatkannya.
Si orang beriman merasa sangat lelah karena terus berjuang melawan arus.
Tangan dan kakinya mulai mati rasa. Tubuhnya seakan tak merespon
perintah otaknya untuk terus bergerak. "Tuhan pasti datang untuk
menyelamatkan aku!", begitu pikiran si orang beriman dengan yakin.
Perlahan dia mulai tenggelam karena tak mampu lagi bergerak. Dia
tenggelam semakin dalam. Air mulai membanjiri paru-paru dan perutnya.
Perlahan kesadarannya hilang, dan si orang beriman itupun mati.
Setelah mati, roh si orang beriman bertemu dengan malaikat. Dia
bertanya, "Hai malaikat, kenapa Tuhan tidak menyelamatkanku?". Malaikat
itu menjawab, "Sesungguhnya Tuhan telah menawarkan pertolongan kepadamu
dua kali, tetapi kamu tidak menerimanya".
* * * * *
Adalah penting untuk selalu percaya akan datangnya pertolongan Tuhan.
Pertolongan Tuhan akan datang di saat yang tak terduga, dengan cara yang
juga tidak terduga.
Pertanyaannya, apakah kita menyadari saat Tuhan menolong kita?
No comments:
Post a Comment