Aku tahu betapa sakit hatimu karena keputusanku ini.
Aku tahu betapa kecewanya kamu.
Aku tahu betapa marahnya kamu.
Aku tahu cintamu akan menjadi benci setelah ini.
Tapi ini adalah keputusanku.
Memang...
Usia kita sebaya.
Kamu jejaka, tetapi aku janda beranak dua.
Aku meninggalkanmu bukan karena aku tak mencintaimu.
Tetapi semua demi kelangsungan hidupku dan anak-anakku.
Kamu memang idaman banyak wanita.
Keluargamu kaya raya.
Tetapi kamu jago berfoya-foya.
Karena itulah aku memilih untuk meninggalkanmu.
Aku memilih pria lain sebagai tempat menggantungkan hidup.
Seorang pengusaha kaya yang bisa mengayomi aku dan kedua anakku.
Seseorang yang mau dan mampu menjamin hidupku beserta kedua anakku.
Kamu boleh membenci aku.
Tapi janganlah kamu benci suamiku,ayahmu...
**Curahan hati seorang janda.
No comments:
Post a Comment