Saturday, May 10, 2014

Gamma Rangers: Blackout (Chapter 15)



Gamma Rangers: Blackout
Chapter 15


"Setengah jam lagi, Gubernur Zuger. Aku masih belum melihat tanda-tanda kirimanmu disini", Jendral Sodatoy kembali menghubungi Gubernur untuk menagih tuntutannya.

"Tunggulah sebentar lagi, Jendral. Aku sudah berusaha maksimal. Kau pasti mendapatkannya", sangat jelas kepanikan tengah menguasai Gubernur Zuger.

"Ingat baik-baik. Kami akan berkemas dalam sepuluh menit. Setelah itu adalah injury time", Jendral Sodatoy diam sejenak. Tak ada respon dari Gubernur, dia pasti merasa sangat panik sekarang. "Jika aku belum menerima 22 triliun sampai pukul delapan... Boom!", kalimat Jendral tersebut mengakhiri percakapan. "Mayor!".

"Siap, Jendral", jawab Mayor Bishop dengan lantang.

"Siapkan evakuasi pasukan sekarang. Aku mencium gelagat Gubernur lebih memilih bencana daripada kehilangan uangnya", kata sang Jendral dengan geram.

"Siap! Laksanakan!", jawab Mayor dengan patuh. Kemudian dia memberikan perintah kepada anak buahnya untuk segera bersiap.

"Paling tidak aku masih punya beberapa kendaraan untuk modal usaha", gumam Jendral Sodatoy berusaha menghibur diri.

Dalam waktu singkat, iring-iringan kendaraan bergerak menyeberangi bendungan menuju selatan. Konvoi kecil itu berhenti di rest area. Mereka menunggu saat-saat terakhir riwayat bendungan, sekaligus menyaksikan banjir terbesar dalam sejarah Jawa Timur.

* * * * *

'BRAK!'

Saboteur memukulkan kepalan tangannya ke dinding. Dia tetap tak bisa memahami sistematika rakitan bom tersebut. Haruskah memotong salah satu kabelnya secara acak? Tetapi dia tak berani mengambil resiko itu. Di tengah kebingungannya, dia mendengar suara langkah kaki di ruang turbin, tepat di bawahnya. Suara langkah itu menaiki tangga logam.

"Itu pasti Kapten Barker!", desis Saboteur nyaris tanpa suara. Dia segera memposisikan dirinya di samping generator, merunduk rendah. Siapapun yang muncul dari tangga tak akan menyadari keberadaan Saboteur yang siap menyergap dari sudut mati.

Sebuah bayangan muncul dari bawah, sosok itu terus menaiki tangga. Sosok tersebut telah terlihat sampai pinggang, kakinya masih menjejak tangga di bawah lantai. Saat itulah Saboteur menerjang dengan cepat. Dua langkah panjang untuk kemudian melompat menerkam sosok tersebut dari belakang.

Saboteur sangat terkejut, saat dia yakin bisa menyergap sosok tersebut, ternyata lengannya hanya menangkap angin. Sosok itu menghilang secepat kedipan mata. Tiba-tiba saja Saboteur berkeringat dingin. Bagaimana mungkin sosok itu menghilang tepat di depan hidungnya? Dia bahkan tak sekalipun berkedip!

* * * * *

"Jadi, kabel mana yang harus dipotong, Kolonel?", tanya seorang prajurit. Siap dengan tang pemotong di tangannya. Tim Alpha 1 telah menemukan sebuah timer bom di dalam ruang generator bendungan Sengguruh.

"Jangan terburu-buru. Kita tunggu instruksi dari ahlinya", jawab Kolonel Blues dengan tegas. Dilihatnya timer tersebut menunjukkan angka 00:27:08. Kolonel tampak mulai gelisah.

"Kolonel, time is running out", tiba-tiba terdengar suara Letnan Angus di radio panggil. Kolonel segera meraih radionya.

"Letnan, sekarang bukan waktu yang tepat untuk request lagu!", semprot Kolonel nyaris berteriak.

"Maksudku, waktu kita tinggal sedikit. Bom akan segera meledak jika tak dijinakkan sekarang", Letnan Angus balas menyemprot. Rupanya Alpha 2 juga telah berhasil menemukan timer.

"Aku tahu, Letnan Angus", jawab Kolonel datar. "Tapi kita tidak boleh bertindak ceroboh. Tunggu instruksi dari ahlinya".

"Memangnya siapa ahli yang akan memberikan instruksi?", tanya Letnan Angus.

Kolonel terdiam untuk beberapa saat sebelum menjawabnya. "Saboteur".

* * * * *

Di ruang generator PLTA Sutami, Saboteur sedang kebingungan. Atau lebih tepatnya ketakutan. Dua kali sudah dia berjumpa dengan 'hantu'. Dia ingin secepatnya keluar dari tempat itu. Tetapi keberadaan timer bom itu memaksanya tinggal.

"Take it easy, Saboteur", tiba-tiba terdengar suara.

"Apa?", Saboteur kebingungan mendengar suara tanpa wujud itu. Matanya menyapu seluruh ruangan, tetapi tak ditemukannya sosok pemilik suara.

"Take it easy, I'm at your side", suara itu kembali terdengar. Kali ini sangat dekat, membuat Saboteur semakin merinding.

"Ngomong apa sih? Aku tak paham bahasa Inggris!", sungut Saboteur.

* * * * *

No comments:

Post a Comment