Gamma Rangers:
Blackout
Chapter 7
Armstrong
menceritakan kejadian yang dia alami sambil terus menyusuri sungai bersama Spy.
Ternyata saat meluncur di atas banana boat, Armstrong melompat ke samping
sesaat sebelum sampai di ujung spillway. Itu menghindarkannya dari tarikan arus
air yang kuat, lalu berenang ke tepian. Setelah naik, dilihatnya banana boat
kembali muncul ke permukaan, berputar-putar dan akhirnya hanyut ke arah hilir.
Tiga orang lainnya tak tampak. Armstrong mengamati permukaan sungai untuk
beberapa waktu sebelum memutuskan menyusuri sungai. Saat itulah dia melihat
tanda di dinding.
"Pantas
saja kau basah kuyup", ujar Spy setelah mendengar cerita Armstrong.
"Semoga Saboteur baik-baik saja, dia kan tidak pandai berenang".
"Itu
juga yang menjadi pikiranku", jawab Armstrong. Sekilas dia melihat sebuah
bayangan di atas batu, segera disorotkannya lampu ke arah bayangan tersebut.
Ternyata Saboteur sedang duduk, menggigil.
"Saboteur!
Syukurlah kau selamat", seru Armstrong dengan lega. "Kau tampak
kedinginan".
"Aku
tidak kedinginan", kata Saboteur.
"Tapi
kau menggigil", jawab Armstrong.
"Aku
tidak menggigil, aku gemetar", kata Saboteur. "Tadi aku bertemu
seseorang, atau lebih tepatnya... sesuatu", lanjutnya. Armstrong dan Spy
hanya diam dan berpandangan satu sama lain.
"Sudahlah,
yang penting kamu selamat. Ayo kita cari Explorer dan Ace", kata Armstrong
sambil melangkah kembali menyusuri tepian sungai.
Baru
beberapa menit berjalan, Spy melihat sinar senter berayun-ayun dari arah
berlawanan. Dia segera mematikan senternya dan memberi kode pada Spy dan
Saboteur untuk bersembunyi di balik pepohonan. Sosok yang membawa senter itu
berjalan perlahan ke arah mereka. Saboteur dengan cepat melompat untuk
menyergap sosok tersebut. Tetapi tanpa diduganya, sosok itu dengan sigap
menghindar dan menjegalnya sampai terjerembab. Melihat Saboteur jatuh,
Armstrong langsung menyerbu dengan ayunan tinjunya. Sosok itu dengan sigap
menangkis, tetapi tetap saja terpental hingga beberapa meter.
"Tunggu!",
seru sosok itu saat Armstrong kembali menyerbu. "Armstrong! Ini aku,
Explorer".
"Explorer?",
spontan dia menghentikan langkahnya, lalu menyorotkan senter kepada lawannya.
Tampak Explorer yang sedang meringis memegangi tangannya.
"Tak
ada yang bisa melontarkan aku sejauh ini selain kamu", ujarnya.
"Uwh,
sori... Kukira musuh", kata Armstrong sambil membantu Explorer berdiri.
"Dimana Ace? Kau tak bersamanya?".
"Dia
tadi berjalan di belakangku. Untuk mengantisipasi jika aku diserang",
jawab Explorer.
"Wow,
untung saja dia tidak menembakku", ada sedikit kelegaan di nada bicara
Armstrong. Lalu dilihatnya Ace sedang berdiri sambil menodongkan pistolnya ke
arah Saboteur yang tergeletak.
"Ah,
syukurlah kalian semua selamat", kata Ace sambil menyarungkan kembali
pistolnya, lalu membantu Saboteur bangkit.
Explorer
senang sekali dengan bergabungnya Spy. Tetapi tim Gamma telah kehilangan
perlengkapan tempur saat terbawa arus tadi. Mereka harus menyusun ulang
strategi.
"Nggg...
Adakah yang membawa baterai cadangan?", tanya Spy kepada rekan-rekannya.
"Aku harus menghubungi CB untuk melaporkan perkembangan situasi".
"Aku
membawa satu", jawab Ace sambil merogoh sakunya, mengeluarkan sebuah
baterai yang masih terbungkus rapat dengan plastik. Spy segera menerima baterai
itu dan memasangnya di ponsel. Setelah ponselnya menyala, dia langsung
menghubungi CB.
* *
* * *
Jendral
Sodatoy tersenyum puas. Sejauh ini taktiknya berjalan mulus. Anak buahnya juga
telah mengkonfirmasi bahwa surat ancaman beserta permintaan tebusan telah
diterima pihak pemerintah provinsi Jawa Timur.
"Jendral",
seru seorang prajurit tergesa-gesa memasuki ruangan.
"Ada
apa?", hardik sang Jendral.
"Lapor,
Jendral. Kami menemukan tiga unit motor yang terparkir di area wisata. Klakson
motor terus menyala, sangat ribut. Saat kami periksa, terdapat logo Delta Force
di ketiga motor tersebut", si prajurit mengakhiri laporannya dengan
terengah-engah.
"Delta
Force?", senyum sang Jendral langsung pudar. "Angkut motor-motor itu
kemari!", perintahnya.
"Siap,
laksanakan!", jawab si prajurit dengan sikap hormat, kemudian berlari
keluar.
Jendral
Sodatoy segera menuju peralatan komunikasi, meminta operator menghubungkannya
dengan Mayor Bishop.
"Mayor,
serahkan Sengguruh pada anak buahmu. Ada tugas untukmu di Sutami",
perintah Jendral Sodatoy setelah tersambung.
"Siap",
jawab Mayor Bishop singkat.
* *
* * *
"Kolonel,
Spy di saluran utama", kata CB dengan perasaan lega. Spy akhirnya bisa
menghubungi markas.
"Spy,
senang sekali mendengarmu. Ada perkembangan apa disana?", tanya Kolonel
yang seolah menemukan kembali semangatnya.
Spy
segera menjelaskan semua situasi di Karangkates. Juga tentang informasi yang
dikirimkannya ternyata hanya umpan. Kolonel juga memberitahukan tentang
permintaan tebusan 22 triliun yang diminta oleh Jendral Sodatoy dalam waktu 12
jam. Jika dalam waktu itu tuntutannya tak dikabulkan, maka dia akan meledakkan
lima PLTA yang sekarang disandera. Jika hal itu terjadi, pemerintah tak hanya
kehilangan lima PLTA, tetapi akan terjadi banjir bandang di sepanjang aliran
sungai Brantas. Volume air di lima bendungan itu jika dilepaskan akan
menghancurkan apapun yang dilewatinya. Kerugiannya ditaksir beberapa kali lipat
dari jumlah tebusan yang diminta Jendral Sodatoy. Kolonel juga menginstruksikan
tim Gamma untuk pergi ke tempat terdekat yang memiliki akses jalan umum.
Kemudian perlengkapan akan dikirimkan ke lokasi itu.
"Baiklah,
misi kita sudah jelas. Kita harus menentukan titik pertemuan, kemudian
beristirahat dan menunggu paket dari Kolonel. Setelah itu kita beraksi",
kata Explorer. Yang lain langsung menyetujui. Dengan bantuan perangkat GPS
milik Spy, mereka kemudian berjalan ke utara.
* *
* * *
Mayor
Bishop hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk sampai di
Karangkates. Dia segera menghadap kepada Jendral Sodatoy.
"Mayor,
kita memiliki tikus disini", kata Jendral Sodatoy, lalu memberitahukan
situasi pada bawahannya itu.
"Kita
membutuhkan lebih banyak prajurit, Jendral", jawab Mayor Bishop.
"Aku
tahu, aku telah memerintahkan Kapten Barker dan Ringo menuju kemari", kata
Jendral Sodatoy, lalu menjelaskan rencananya. "Kau sanggup?",
lanjutnya.
"Saya
siap, Jendral", jawab Mayor Bishop. Dia memberikan hormat, kemudian
meninggalkan ruangan.
* *
* * *
Tim
Gamma telah sampai di sebuah desa yang menurut GPS termasuk di wilayah Jugo.
Mereka memilih untuk beristirahat di sebuah bangunan gudang yang tak terpakai.
Spy kemudian mengirimkan lokasi mereka pada CB, mereka akan menunggu paket dari
Kolonel di tempat itu. Mereka memutuskan untuk istirahat.
Sudah
lewat tengah malam saat sebuah truk boks dengan logo Delta Force berhenti di
samping gudang. Spy yang pertama kali bangun, kemudian dia membangunkan yang
lainnya. Saboteur adalah yang paling sulit dibangunkan. Pengemudi truk itu
turun dan menghampiri mereka. Explorer menemui Sersan Rohman, sang pengemudi.
"Yow,
Explorer. Paketmu sudah sampai. Periksalah, setelah itu tanda tangan
disini", kata Sersan Rohman dengan gayanya yang cengengesan.
"Yow,
Rohman. Luruskan dulu punggungmu selagi aku memeriksanya", jawab Explorer
sambil mengarahkan dua telunjuknya ke depan seperti gerakan menembak, meniru
gaya Sersan Rohman. Dia segera menuju bagian belakang truk, lalu dibukanya
pintu boks. Dengan sekali lompatan, Explorer telah naik dan masuk ke dalam
boks. Diperiksanya paket yang dikirimkan oleh Kolonel. "Tepat seperti yang
kita butuhkan", gumamnya dengan perasaan puas. "Armstrong! Kemarilah,
aku butuh bantuanmu!".
"Aku
datang", jawab Armstrong sambil berlari ke bagian belakang truk.
"Tolong
turunkan semua muatan truk ini. Hanya kamu yang bisa", perintah Explorer
sambil menepuk bahu Armstrong.
"Piece
of cake", jawab Armstrong langsung memulai pekerjaannya. Dia hanya
membutuhkan sedikit waktu untuk menurunkan seluruh muatan. Ada makanan kaleng
yang bisa dikonsumsi setelah dipanaskan. Kemudian ada sebuah boks berisi
senjata dan amunisi. Lalu ada empat buah motor yang sesuai dengan karakter
masing-masing anggota, semuanya dengan logo Delta Force dan simbol Gamma di
bawahnya.
Dagger
Navi+ adalah motor untuk Explorer dan Ace, memiliki kecepatan dan tenaga yang
besar. Demon SPD adalah motor yang dirancang khusus untuk bisa bermanuver
lincah dalam kecepatan tinggi. Ini adalah motor untuk Spy. Dua motor lain,
Chaser MaX dan Enduro LM, adalah motor untuk Saboteur dan Armstrong. Memiliki
daya angkut dan tenaga yang besar. Khusus pada motor Enduro LM yang dikendarai
Armstrong dilengkapi setang kemudi yang lebih panjang untuk menambah
kestabilan. Semua motor itu dilengkapi dengan kunci elektronik, sehingga hanya
anggota tim Gamma saja yang bisa menyalakan mesinnya.
"Bagus,
peralatan kita sudah lengkap. Ayo kita makan dulu sebelum beraksi", kata
Explorer.
"Nggg...
Sebelum itu, bolehkah aku minta sedikit bantuan?", tanya Spy.
"Bantuan
apa?", Armstrong menimpali.
"Anu...
Adakah yang tahu bagaimana cara membangunkan Saboteur?", kata Spy. Semua
segera menoleh ke arah Saboteur yang masih tertidur pulas.
* *
* * *
No comments:
Post a Comment