Tuesday, May 21, 2013

The Late Shock

Ada pepatah Jawa yang berbunyi "witing tresna jalaran saka kulina", cinta datang karena telah terbiasa. Pepatah itu benar, menurutku. Karena aku mengalaminya sendiri. Setelah empat tahun sebelumnya aku bekerja di tempat yang sama denganmu. Cinta itu muncul, karena terbiasa bersama. Akupun tak terlalu terkejut saat kau merasakan hal yang sama. Kita resmi berpacaran.

Dua tahun kita lewati dengan berbagai hal. Semuanya terasa baru bagiku. Apa yang biasa kulakukan sendiri, sekarang dilakukan berdua. Sangat menyenangkan mempunyai pengalaman baru.

Denganmu.

Hari itu, dua tahun lewat tiga bulan sejak kita berpacaran, aku mendapat pengalaman yang baru. Bukan perasaan yang menyenangkan. Jenuh. Entah kenapa perasaan itu hadir di tengah hubungan kita yang menurutku sangat sempurna. Sekali lagi, aku tak terlalu terkejut saat kau menyatakan perasaan yang sama.

Berpisah. Itu keputusan yang kita sepakati. Ada perasaan lega dan semangat baru dalam diriku. Tetapi juga ada perasaan kehilangan dalam hatiku. Aku yakin, kau juga merasakan hal yang sama.

Dua minggu sudah sejak kita berpisah. Perasaan lega berangsur hilang terhapus oleh rasa kehilangan yang semakin menjadi. Aku telah terbiasa melakukan banyak hal bersamamu. Kini aku merasakan sebuah kemunduran. Kembali melakukan segala hal sendirian.

Tanpamu.

Mengulangi kebersamaan untuk sekali lagi. Mungkin itu satu-satunya jalan untuk kembali melangkah maju. Aku yakin kau juga merasakan hal yang sama. Aku sangat yakin.

Hari itu kau datang dengan wajah riang. Senyuman gembira seakan tak lepas dari wajahmu. Kau menyapaku dengan lambaian yang bersemangat. Aku membalas lambaianmu dengan hampa saat kulihat cincin berlian di jari manismu.

Aku yakin, kau tidak merasakan hal yang sama.

No comments:

Post a Comment